28 Tahun Tertunda, Kini Pembangunan Patung GWK Telah Rampung

LARASBALINEWS.COM – Pembangunan tempat wisata patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang sempat tertunda selama 28 tahun, kini  patung yang tinggi mencapai 75 meter itu telah rampung, menjelang HUT RI ke-73 digelar acara syukuran rampungnya pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana pada Sabtu, (4/8/2018).

Material tembaga untuk pembuatan patung Garuda Wisnu menghabiskan 2,5 hektar lembar tembaga, total berat hampir 3000 ton dan seluruh tebing akan diukir/dipahat.

Patung tersebut sekaligus menjadi patung terbesar dan paling unik yang dibuat oleh manusia karena perpaduan antara seni, teknologi dan science.

Perjalanan pembuatan patung yang diklaim melebihi tinggi patung Liberty di Amerika itu memiliki kesan tersendiri bagi I Nyoman Nuarta, sebagai kreator yang mencetuskan ide pembuatannya.

“Bali terwakili dari tiga negara yang punya ikon Garuda. Tapi Bali punya gambaran Garuda yang khas dari candi Trowulan,” ungkap Nyoman Nuarta.

Ide awal pembuatan patung Garuda Wisnu muncul di era pemerintahan Presiden Soeharto. Ketika itu, pematung asal Bali I Nyoman Nuarta bersama Joop Ave yang merupakan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia era Orde Baru, menghadap presiden Soeharto.

Acara syukuran patung Garuda Wisnu Kencana akan menampilkan pertunjukan seni di panggung utama pelataran GWK. Banyak seniman yang terlibat dalam pertunjukkan yang bertajuk Swadharma Ning Pertiwi itu.

Diantaranya adalah, penyanyi Ayu Laksmi dan Dira Sugandi. Koreografer Eko Supriyanto yang pernah menjadi penari latar penyanyi Madona. Pertunjukan tarian Kecak besutan Cak Rina, termasuk pertunjukkan Okokan yang merupakan tradisi khas asal Kabupaten Tabanan.

Sementara, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, meski mengalami pasang surut dalam pembangunan ‘patung suci’ Garuda Wisnu, namun akhirnya dapat terwujud.

“Sesuatu yang baik dan suci pasti akan ada tangan baik yang mewujudkan, dan nantinya
akan banyak hal yang akan tergali dari landmark Indonesia, khususnya Bali ini,” ujar Made Mangku Pastika.

Pastika juga mengatakan,Garuda Wisnu Kencana merupakan taman budaya, manfaat aspek spiritual akan memberikan kekuatan untuk kita khususnya masyarakat Bali. (LBN)