Akibat Di Terjang Ombak, Jalan Pesisir Di Kelurahan Kaliuntu Putus

Buleleng Bali, Laras Bali News – Akibat hantaman ombak yang begitu keras yang mecapai ketinggian 4 meter, mengakibatkan jalan pesisir yang menghubungkan lingkungan Kayubuntil Barat dan Kayubuntil timur, di Kelurahan Kaliuntu Buleleng terputus.

 

Jalan yang lebarnya dua meter, rusak parah hingga putus sepanjang sepuluh meter, dan mengakibatkan warga setempat tidak lagi bisa melintasi jalan tersebut, warga yang berada di sekitar lokasi  merasa kesulitan untuk melintas di jalan tersebut, sebab jalan tersebut hanya satu – satunya akses terdekat untuk melakukan aktifitas.

 

Dengan adanya cuaca yang buruk, warga setempat dihimbau untuk mengungsi sementara untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang datangnya kita tidak tahu, namun warga memilih bertahan di rumah mereka, dihimbau juga bagi para nelayan agar tidak melaut.

 

Menurut keterangan warga setempat, yang sempat berbincang dengan wartawan Laras Bali beberapa hari lalu, ” jalan ini dulu juga sempat rusak mas, dan sempat di perbaiki, tapi tidak separah yang sekarang, sekarang sangat parah sekali sampai jalannya putus”, jelasnya.

 

Jalan ini merupakan satu-satunya akses jalan terdekat  menuju ke setra, pada saat melakukan upacara kematian. Dengan putusnya jalan ini, maka warga kini kesulitan untuk menuju ke sana.

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Made Subur menegaskan, pihaknya sudah menindaklanjuti kejadian itu dengan mengkaji dulu. Sebab menurutnya, kewenangan untuk perbaikan ada di Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida.

 

Sementara pihak Balai Wilayah Sungai  Bali – Penida, I Wayan Suteja saat di konfirmasi terkait fasilitas umum yang menjadi kewenangannya menjelaskan “yang menjadi prioritas di BWS Bali – Penida ada tiga yaitu Jiwa, Tempat Ibadah dan Jalan, termasuk yang di buleleng kami prioritaskan,  namun ada mekanismenya, kami ajukan dulu kepusat melalui anggaran lebih untuk tahun ini, mudah – mudahan di setujui” jelasnya.

 

“Sebab walau secara teknis itu kewenangan BWS Bali – Penida, tetap melalui mekanisme, bukan disurvei lalu besoknya langsung dikerjakan, tapi harus di ajukan dulu”, tutup Suteja. (hanafi, sriati