Kasdam IX/Udayana Sampaikan Seruan Menpora

Denpasar, LARASBALINEWS.COM – Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke 90 Tahun 2018, Jajaran Kodam IX/Udayana menggelar upacara dipimpin oleh Kasdam IX/Udayana  Brigjen TNI Kasuri,  pada Senin (29/10) di Lapangan Makorem 163/Wira Satya.

Upacara peringatan ini diikuti oleh personel Jajaran Kodam IX/Udayana dari unsur TNI-AD,TNI-AL,TNI-AU dan Pegawai Negeri Sipil TNI yang ada di wilayah Garnizun Denpasar, disusun dalam pasukan upacara terdiri dari Kelompok Perwira Menengah, Perwira Pertama, Bintara Tamtama tak bersenjata, gabungan Bintara Tamtama bersenjata dan kelompok Pegawai Negeri Sipil Putra dan Putri.

Pada kesempatan tersebut Kasdam IX/Udayana sebagai Inspektur Upacara membacaan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, yang pada intinya menyampaikan bahwa  hari ini kita memperingati hari yang sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesia yaitu Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2018, kita semua berhutang budi kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor pemuda untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini dan komitmen kebangsaan mereka harus kita teladani untuk membangun bangsa Indonesia.

Hari sumpah pemuda ke-90 kali ini mengambil tema “BANGUN PEMUDA SATUKAN INDONESIA”. Tema ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan jiwa kebangsaan yang tangguh.

Disisi lain pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau, satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari hoax, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme akan masuk dengan mudah apabila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara.

Revolusi mental yang dicanangkan pemerintah sangat relevan untuk mewujudkan pemuda yang maju yakni pemuda yang berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing, revolusi mental harus dapat dijadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju dan dapat menghasilkan bangsa yang hebat.

Pemuda-pemuda hebat Indonesia telah lahir dan mampu berkompetisi di Kancah Asian Games, mereka mampu bersaing dengan bangsa-bangsa Asia dan berhasil menduduki peringkat ke-4, serta di ajang Asian Para Games para atlet kita berhasil menduduki peringkat ke-5, ini adalah sejarah baru kebangkitan olaharaga Indonesia dan kebangkitan ini harus dijadikan momentum untuk terus membangun optimisme pemuda Indonesia dengan bekerja keras mewujudkan prestasi diberbagai bidang.

Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik. “Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbananmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia” demikin seruan Menpora. (LBN)