Penampilan Tari Klasik India “Prakruthi Dhwani” Perkuat Pemuda Hindu

Denpasar, LARASBALINEWS.COM – President Indian Association Bali (IAB) Sonia Kaur memperkenalkan kebudayan Veda (Hindu) melalui pertunjukkan seni tari klasik India “Prakruthi Dhwani (Beats of Nature)” di Wantilan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Renon Denpasar, Sabtu (21/7).

“Mengingat pemeluk Hindu dunia sebagai agama tertua tergolong minim dibandingkan dengan kepecayaan lainnya,” kata Sonia.

Untuk itu, ajang tersebut sebagai momentum membangkitkan semangat (spirit) pemuda Hindu.

Oleh karena penampilan seni tersebut mengandung nilai-nilai moral bersifat universal dengan mengambil cerita-cerita suci dalam purana Veda.

Masyarakat lokal Bali maupun orang India yang tinggal di Pulau Dewata memadati panggung dewan menyaksikan tarian kolosal bercerita tentang Dewa Hanuman, Rama dan Krshna.

Kegiatan Prakruthi Dwani Season 3 persembahan Anantara Music and Dance Institutions Dubai didukung penuh dari kolaborasi apik IAB dengan Paiketan Krama Bali yang menampilkan 30 orang penari dari Dubai yang berkunjung ke Pulau Dewata.

Perhelatan tersebut merupakan kerjasama IAB bersama Paiketan Krama Bali dalam event kultural yang kedua kalinya.

“Upaya itu dalam meningkatkan hubungan antar negara, mengingat kesenian Bali dan India memiliki banyak kesamaan, bahkan cerita-ceritanya sebagian besar diambil dari kisah Ramayana dan Mahabrata,” ujarnya.

Selain mempererat hubungan antara India dan Bali secara khusus dan Indonesia secara umumnya.

Persamaan kultural dan religi bisa lebih menyatukan antara sesama Hindu.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga melalukan workshop tarian dia lokasi yakni Singaraja dan Ubud.

Setelahnya itu, mereka akan mengunjungi beberapa objek wisata di Bali selama lima hari.

Untuk itu, ajang tersebut ikut serta memberikan andil dalam promosi pariwisata yang efektif dan tepat sasaran.

Program ini kita tujukan juga untuk lebih membawa menginternationalkan Bali.

Baik dari segi pariwisata maupun menjadi destinasi acara taraf Internasional. Terutama dengan slogan Bali aman untuk travel.

“Nantinya mereka akan membawa cerita dan pengalaman menarik selama berkunjung di Bali kepada teman-temannya maupun sanak keluarganya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bali Tourism Board (BTB) atau Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana memberikan apresiasi acara tersebut yang dapat memperkuat hubungan kedua negara Indonesia dengan India.

Kunjungan wisatawan India datang ke Bali menduduki posisi ketiga, itupun baru satu ada penerbangan langsung Ngurah Rai-Mumbai.

Menurutnya, kualitas wisatawan Jambudwipa baik karena adanya persamaan kebudayaan Bali dengan India memberikan nuansa tersendiri.

“Saya sendiri senang sekali datang ke India memiliki kemiripan dengan Bali, apalagi rindu dengan tari-tariannya,” ungkapnya.

Artistic Director of Anantara Institutions Dubai Vimmi Bagavadeeswar menambahkan, penampilan tari-tarian akan dibagi menjadi tiga pertunjukan yang berbeda dengan kostum special.

“Penampilan ini untuk pertukaran kebudayaan sehingga kita bisa melihat perbedaan antara tarian Bali dan India untuk tarian yang sama,” ujarnya.

Pertama, Tari Pushpanjali sebagai bentuk persembahan doa dan bunga kepada dewa-dewa. Ini adalah hal pertama yang dilakukan sebelum pertunjukan tarian dimulai.

Lagu ini merupakan pujian kepada Dewa Ganesha, Dewa Siwa, Sang Maha Tari, Guru, Kelompok Musik, dan para penonton.

Kedua Tari Kandein Kandein, Sang Rama sedang menunggu berita tentang Sita, Hanuman dari Lanka tiba menghampiri membawa kabar baik.

Namun, sebagai bhakta yang sempurna untuk Tuannya, Hanuman menyampaikannya dengan kata-kata yang baik dan indah.

Di sini, keindahan menggunakan bahasa sangam Tamil yang hebat, mengedepankan kata-kata ‘kandein kandein Kandein Sitayai’ dan tiga kali diucapkan dengan jiwa kemenangan sehingga sang Tuan memahami pesan positif yang diberikan. Ia juga memuliakan maatha agung, ‘mahalakshmi’.

Dan Tari Srer Krishna Thulabharam, mengisahkan tentang Shri Krishna dan dua istrinya, Satya Bhama dan Rukmini, mengedepankan pentingnya pengabdian.

Rsi Narada seperti biasa memainkan trik untuk menyatakan siapa yang Tuhan cintai dan bagaimana menilainya.

Sathya Bhama memberikan semua kekayaannya untuk dapat memiliki Krishna.

Ia Ratu kaya raya, dan putri Raja Sathrajith, berdiri terpaku di pengadilan, ketika Rukmini menawarkan cintanya melalui pengabdian hanya dengan Daun Tulsi dan berhasil menyeimbangkan beratnya.

Sathyabhama menyaksikan tindakan Rukmini yang menyerah kepada Krishna dengan menyampaikan kepadanya bahwa dia tidak akan pernah meremehkan kekuatan cinta yang tunduk pada Tuannya.

Selanjutnya Fusion, konsep ini merupakan perpaduan antara Bharatnatyam dan Kuchipudi JugalBhandhi.

Teknik klasik yang diterapkan dalam musik Mesir menggambarkan gerakan pinggul Natya Sastra, dan Musik Ular menggambarkan gerakan ular dalam teknik klasik, Shiva dan Parvathi; Lasya dan Ardhanari (kesatuan dari dua dewa); juga konsep unik dari Perini Nrittam, tarian pada piring dan pot terbalik, menunjukkan seni menyeimbangkan kendi air di Shiras (Kepala), adalah salah satu aspek dari Natya Yoga.

Sapta Matrika (Tujuh Ibu Ilahi) melambangkan penyembahan shakthi yang kuat dari Sanathana Dharma.

Energi-energi ini membuktikan pentingnya perempuan sebagai sosok yang ilahi dan kuat; tanpanya, keberadaan segala sesuatu adalah tidak mungkin.

Balet ini dikomposisikan secara unik dalam Saptha Tala, 12 Ragas, dan Tujuh Warna, pelebur tujuh mala. Musiknya juga unik disusun dengan instrumen yang berbeda dari India selatan dan utara. Pemain Shenoi profesional Guri Shri Gopi dari Kerala telah menyumbangkan keahliannya dalam proyek ini. Instrumen lain selain rutinitas tradisional seperti Pakawaj, Tabla, Udukku, edakka, Jalatharangam, dan lainnya juga digunakan. (ART/LBN)