Siswa SMK PGRI 3 Denpasar Gelorakan Anti Kekerasan

DENPASAR, LARASBALINEWS.COM – Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kemarin, Kamis (12/7/2018) SMK PGRI 3 Denpasar menutup kegiatan MPLS, kegiatan penutupan MPLS kali ini diadakan di hotel Nikki.

Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Drs, I Nengah Madiadnyana menjelaskan alasan kenapa penutupan MPLS kali ini diadakan di Hotel, karena lingkungan sekolah dari pada SMK PGRI itu pariwisata dan pada saatnya nanti seluruh siswa baru pasti akan mengikuti prakrin di Hotel.

“kami klarifikasi sekarang, kenapa penutupan MPLS kita adakan di Hotel, karena MPLS itu adalah pengenalanĀ  lingkungan sekolah” jelas Madiadnyanan.

Lanjut Madiadnyana, “lingkungan sekolah dari pada SMK PGRI ini kan pariwisata, itu artinya mereka akan bergelut di dunia perhotelan, enam bulan dia di hotel nanti untuk prakrin, jadi kita kenalkan lingkungan hotel sejak dini” terang Madiadnyana.

Madiadnyana juga menuturkan, pihaknya komitmen dalam kegiatan MPLS ini mengikuti permen 18 tahun 2018 yaitu perubahan dari MOS menjadi MPLS, di dalam MOS mungkin masih ada yang namanya kekerasan, tapi di MPLS murniĀ  memperkenalkan siswa terhadap lingkungan sekolah, dengan itu juga SMK PGRI 3 Denpasar mengajak seluruh peserta didik baru untuk menggelorakan Ikrar Anti Kekerasan.

“nah dari itu saya berfikir kalau MPLS ini tidak ada kekerasan, saya berfikir kita akan buat ikrar, ikrar itu adalah ikrar anti kekerasan” jelas Madiadnyana.

Acara penutupan MPLS SMK PGRI 3 Denpasar terkesan resmi, secara sengaja pihak sekolah mendesign demikian,agar seluruh siswa dapat dengan khusyu’ menggelorakan ikrar anti kekerasan tersebut.

Tetapi Madiadnyana berharap, ikrar ini tidak cukup hanya dengan diucapkan saja, namun juga harus dilaksanakan.

“ikrar itu diucapkan oleh seluruh siswa, nah setelah diucapkan tidak cukup hanya diucapkan saja harus kita laksanakan, kemudian kita semua sebagai guru adalah sebagai pengawas, harusĀ  mengawasi apakah memang benar kekerasan itu sudah tidak terjadi di sekolah” ungkap Madiadnyana.

Madiadnyana mengharapkan agar ikrar anti kekerasan ini dapat digelorakan di setiap sekolah-sekolah PGRI di Provensi Bali.

“saya mengusulkan kepada PGRI Provensi mohon ijin, di Kota ini akan seluruhnya kita lakukan ikrar ini di sekolah-sekolah PGRI yang ada di kota denpasar” tegas Madiadnyana. (LBN)