Wisuda Stikom Bali ke-23, Lepas 557 Mahasiswa

Denpasar, LARASBALINEWS.COM – STIKOM Bali, sejak awal berdiri pada Agustus 2002 hingga sekarang perkembangannya semakin moncer.

STIKOM Bali semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional. Terbukti STIKOM Bali selalu menjadi mitra perguruan tinggi nasional dan internasional untuk menggelar seminar atau konferensi berskala internasional yang diadakan di Bali.

Pada tahun 2018 ini saja, sudah dua kali STIKOM Bali menjadi tuan rumah event internasional yakni ICoGOIA bekerja sama dengan Universitas Pakuan Bogor dan ICOT bekerja sama dengan Ideas Lab.

Hal itu dikatakan oleh Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan, saat acara Wisuda di Hotel BICC The Westin, Nusa Dua, Bali, pada Sabtu (27/10/2018).

Saat dimintai keterangannya terkait Wisuda STIKOM Bali ke-23 Dadang Hermawan menyampaikan, wisuda kali ini sebanyak 557 orang yang akan diwisuda.

“dari sisi prestasi pada tahun 2016 Kemenristek Dikti menempatkan STIKOM Bali sebagai sekolah tinggi ICT terbaik peringkat 3 nasional di bawah STMIK Jakarta dan Amikom Yogyakarta, para  mahasiswa STIKOM Bali juga selalu tampil sebagai juara  dalam setiap perlombaan bidang IT maupun non-IT” ungkap Dadang Hermawan.

Dadang juga menambahkan,Tahun lalu tim mahasiswa STIKOM Bali keluar sebagai juara pertama lomba aplikasi Asian Games 2018, juara aplikasi bisnIs  LINE, juara favorit lomba IT di ITB Bandung, juara kedua lombat IT di IPB Bogor, dan teranyar (2018) adalah juara pertama lomba ciber security di Jakarta.

“untuk lomba bidang non-IT, mahasiswi STIKOM Bali terpilih menjadi Putri Pariwisata Nusatara yang diadakan oleh Kemnterian Pariwisata RI, 2016” jelas Dadang.
Mengenai wisudah hari ini, Dadang Hermawan menjelaskan, dari 557 mahasiswa yang akan diwisuda, 542 orang merupakan Sarjana Komputer (S.Kom) dan 15 orang Diploma III.

“mereka telah menempuh kuliah rata-rata untuk S1 selama 4 tahun dan untuk D3 selama 3 tahun, sehingga sampai dengan wisuda ke-23 ini, alumni STIKOM Bali berjumlah 5.773 orang terdiri dari S1 sebanyak 5.107 orang dan D3 sebanyak 666 orang” jelas Dadang.

Lanjut Dadang “dari 542 sarjana baru ini, 11 di antaranya merupakan lulusan kelas internasional dan berhak menyandang  dua gelar, yakni S.Kom dari STIKOM Bali dan BIT atau Bachelor of Information Technology dari Help University Kuala Lumpur” terang Dadang.

Di tempat terpisah, Pembina Yayasan Wdya Dharma Santhi – induk STIKOM Bali, Prof. Dr. I Made Bandem, MA menambahkan, STIKOM Bali kini sedang menunggu izin operasional menjadi universita. Menurut mantan Rektoi ISI denpaar dan ISI Yogyakarta ini, langkah tersebut untuk mengakomodasi keinginan  masyarakat Bali tentang penambahan program studi serta sesuai renstra tahun 2015.

Pada awal tahun 2016, yayasan telah mengajukan perubahan bentuk perguruan tinggi dari Sekolah Tinggi menjadi Institut ke Kementrian Ristek dan Dikti dengan menambah beberapa program studi baru.

“namun setelah divisitasi oleh tim dari Kemristekdikti, kami disarankan untuk merger dengan dua politeknik yang satu grup yakni Politeknik Ganesha Guru dan Politeknik Nasional untuk menjadi satu univeritas dengan nama Universitas Teknologi dan Bisnis (UBISTEK) Bali, dengan 10 Program Studi S1, 1 Prodi S2 dan 6 Program Studi D3″ beber Made Bandem.

Lanjut Made Bandem “saat ini sudah unggah persyaratan tahap pertama, mohon doanya mudah-mudahan dalam waktu yang singkat sudah terbit ijinnya” terangnya. (LBN)